Akses Air Bersih: Tugas PMI dalam Menyediakan Sanitasi dan Air Layak Konsumsi Pasca Bencana

Setelah fase penyelamatan awal, tantangan terbesar pasca-bencana adalah mencegah munculnya bencana sekunder, yaitu wabah penyakit yang disebabkan oleh sanitasi buruk dan kurangnya akses terhadap air bersih. Dalam situasi darurat ini, Tugas PMI mencakup peran kritis dalam penyediaan layanan Water and Sanitation (WATSAN), yang vital untuk mempertahankan kesehatan dan martabat masyarakat penyintas. Air yang terkontaminasi oleh banjir, gempa, atau tanah longsor dapat menyebabkan penyakit mematikan seperti kolera dan disentri. Oleh karena itu, Tugas PMI memastikan setiap pengungsi memiliki akses minimum $15\text{ liter}$ air bersih per orang per hari, sesuai standar kemanusiaan global.

Komponen utama dalam Tugas PMI di bidang WATSAN adalah Tim WATSAN Spesialis, yang dilengkapi dengan peralatan canggih seperti instalasi pengolahan air bergerak (mobile water treatment plant). Tim ini segera menuju lokasi bencana, mengambil air dari sumber terdekat (sungai, sumur, atau mata air), dan memprosesnya menggunakan metode filtrasi dan klorinasi untuk membunuh patogen. Air yang telah diolah kemudian didistribusikan melalui tangki air (water tanks) dan keran umum yang dipasang di area pengungsian. Proses ini harus dilakukan dengan cepat; dalam kasus erupsi gunung berapi di wilayah Jawa pada hari Selasa, 12 Desember 2023, Tim WATSAN PMI berhasil mengaktifkan empat titik distribusi air bersih dalam waktu 12 jam setelah ditetapkan sebagai zona darurat.

Selain air bersih, sanitasi yang layak juga merupakan prioritas utama. PMI bertugas membangun fasilitas jamban darurat dan menyediakan tempat pembuangan sampah sementara di lokasi pengungsian. Ketiadaan sanitasi yang memadai dapat mempercepat penyebaran penyakit, sehingga rasio ideal satu jamban untuk setiap 20 orang harus diupayakan. PMI juga mendistribusikan hygiene kit yang berisi sabun, sikat gigi, dan kebutuhan kebersihan lainnya, serta memberikan edukasi intensif kepada pengungsi tentang pentingnya mencuci tangan, terutama sebelum makan dan setelah buang air.

Seluruh kegiatan WATSAN PMI dikoordinasikan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat dan Kementerian Kesehatan, memastikan bahwa upaya bantuan terintegrasi dan menghindari duplikasi sumber daya. Fokus PMI yang tidak hanya pada respons darurat tetapi juga pada pencegahan penyakit melalui air bersih dan sanitasi, menunjukkan komitmen jangka panjang PMI terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.