Anak-anak dan remaja adalah kelompok masyarakat yang paling rentan saat terjadi bencana. Oleh karena itu, edukasi dan pelatihan sejak dini menjadi langkah krusial dalam membangun ketahanan bangsa. Menyiapkan generasi muda agar memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar dalam menghadapi bencana adalah investasi jangka panjang yang akan menyelamatkan banyak nyawa di masa depan. Melalui program-program kesiapsiagaan di sekolah, Palang Merah Indonesia (PMI) secara proaktif menanamkan kesadaran dan kemampuan tanggap bencana kepada para siswa.
Salah satu program andalan PMI adalah pembentukan Kelompok Relawan Remaja (KSR) dan Palang Merah Remaja (PMR) di berbagai sekolah. Kelompok ini tidak hanya dilatih untuk memberikan pertolongan pertama, tetapi juga untuk menjadi agen perubahan di lingkungan mereka. Pada hari Rabu, 17 September 2025, PMI Kabupaten Sidoarjo mengadakan simulasi gempa bumi di SMA Negeri 1 Sidoarjo. Lebih dari 500 siswa berpartisipasi dalam simulasi ini, di mana mereka dilatih untuk melakukan langkah-langkah drop, cover, and hold on, mengenali jalur evakuasi, dan membantu teman-teman mereka yang terluka. Menurut laporan dari Kepala Markas PMI Sidoarjo, Bapak Wahyu, pada pukul 10.00 pagi, simulasi ini berjalan lancar dan memberikan pemahaman praktis yang sangat baik kepada para siswa.
Lebih dari sekadar simulasi, menyiapkan generasi muda juga berarti mengajarkan mereka tentang mitigasi bencana. PMI melakukan sosialisasi tentang jenis-jenis bencana yang rentan terjadi di suatu wilayah dan cara-cara untuk meminimalkan risikonya. Di sekolah-sekolah yang berada di daerah rawan banjir, misalnya, PMI mengajarkan siswa untuk menjaga kebersihan sungai dan tidak membuang sampah sembarangan. Petugas dari Kepolisian Sektor (Polsek) setempat, pada tanggal 20 Oktober 2025, melakukan patroli dan sosialisasi bersama tim relawan PMI di sebuah sekolah dasar di Jakarta Utara. Kepala Polsek tersebut, AKP Rahmat, menyatakan bahwa kolaborasi ini sangat efektif karena pesan yang disampaikan lebih mudah diterima oleh anak-anak.
Program menyiapkan generasi muda juga fokus pada aspek psikososial. Bencana tidak hanya meninggalkan dampak fisik, tetapi juga trauma mental. PMI melatih relawan remaja untuk memberikan dukungan psikologis sederhana kepada teman-teman mereka yang terdampak. Pada hari Selasa, 4 November 2025, tim psikososial PMI Kota Malang memberikan pelatihan kepada anggota PMR tentang cara mendengarkan dengan empati dan memberikan kata-kata penyemangat kepada korban bencana. Pelatihan ini adalah bukti bahwa kesiapsiagaan tidak hanya tentang respons fisik, tetapi juga tentang membangun ketahanan mental.
Dengan demikian, program kesiapsiagaan bencana di sekolah adalah investasi yang tak ternilai. Dengan menyiapkan generasi muda, kita tidak hanya menciptakan individu yang tangguh, tetapi juga membangun sebuah masyarakat yang lebih sadar, peduli, dan siap menghadapi tantangan di masa depan. Mereka adalah pahlawan-pahlawan kecil yang akan tumbuh menjadi kekuatan besar dalam penanggulangan bencana di Indonesia.
