Ketika bencana atau krisis terjadi di lokasi terpencil, akses terhadap layanan kesehatan sekunder dan tersier seringkali terputus total. Dalam situasi genting inilah Inovasi PMI melalui pengembangan dan pengoperasian Rumah Sakit Lapangan (Field Hospital) menjadi sangat krusial. Inovasi PMI ini memastikan bahwa korban yang membutuhkan penanganan medis kompleks, termasuk operasi darurat, dapat dilayani di lokasi yang dekat dengan pusat bencana, mengurangi angka kematian dan disabilitas. Inovasi PMI dalam bidang ini menunjukkan komitmen Palang Merah sebagai Garda Terdepan kemanusiaan.
Rumah Sakit Lapangan (RS Lapangan) yang dioperasikan oleh PMI bukanlah sekadar tenda kesehatan, melainkan fasilitas medis yang terstruktur dan mampu menyediakan layanan setara dengan rumah sakit tipe C, bahkan tipe B pada beberapa kasus. Fasilitas ini didesain modular, memungkinkan mobilisasi cepat dan pemasangan hanya dalam waktu 24 hingga 48 jam setelah tim tiba di lokasi. RS Lapangan PMI dilengkapi dengan ruang operasi minor dan mayor, unit gawat darurat (UGD), bangsal rawat inap dengan kapasitas hingga 100 tempat tidur, farmasi, dan laboratorium dasar.
Untuk memastikan kualitas layanan, Inovasi PMI pada RS Lapangan selalu berpedoman pada standar global Sphere Project dan standar kesehatan nasional. Staf yang bertugas merupakan tim multidisiplin yang terdiri dari dokter spesialis, perawat, apoteker, dan relawan pendukung teknis. Dalam penugasan di daerah terdampak, seperti saat tsunami di Provinsi Y pada tahun 2023, RS Lapangan PMI berhasil melakukan lebih dari 25 operasi darurat dan melayani 2.000 pasien rawat jalan selama masa tanggap darurat. Keberhasilan ini tidak lepas dari perencanaan logistik yang matang, termasuk penyimpanan obat-obatan dan peralatan medis yang ketat.
Pelayanan di RS Lapangan beroperasi 24 jam sehari, dengan sistem shift bagi tenaga medis. Komunikasi dan koordinasi di lokasi terpencil menjadi kunci, sehingga RS Lapangan selalu dilengkapi dengan peralatan komunikasi satelit yang canggih. Selain melayani medis darurat, RS Lapangan juga menjadi pusat rujukan untuk memastikan Alur Distribusi Darah dari UDD PMI dapat diterima dengan aman dan dalam kondisi suhu yang terjaga, menjadikannya pusat kesehatan vital di tengah ketiadaan infrastruktur permanen.
