Bencana alam atau insiden besar lainnya seringkali menyebabkan lonjakan dramatis pada kebutuhan transfusi darah di rumah sakit. Dalam situasi genting ini, peran Palang Merah Indonesia (PMI) melalui Unit Donor Darah (UDD) menjadi sangat vital untuk Menjamin Ketersediaan Stok darah yang aman dan memadai. Menjamin Ketersediaan Stok darah bukan hanya tugas sesaat setelah bencana; ini adalah upaya berkelanjutan yang menuntut kesiapan logistik dan partisipasi masyarakat secara rutin. Menjamin Ketersediaan Stok darah yang mencukupi saat krisis sangat krusial, terutama karena darah memiliki masa simpan terbatas (darah utuh dan sel darah merah hanya bertahan sekitar 35-42 hari). Oleh karena itu, UDD PMI secara nasional wajib menjaga buffer stock minimal tiga hari pasokan untuk semua golongan darah, sesuai standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
1. Kebutuhan Darah Pasca-Bencana
Dalam fase tanggap darurat, permintaan darah melonjak tajam, terutama golongan darah O (universal donor) yang sering dicari untuk kasus trauma dan operasi darurat.
- Penanganan Trauma: Korban bencana yang mengalami pendarahan hebat akibat luka trauma (misalnya, luka robek, patah tulang, atau cedera internal) memerlukan transfusi darah segera. Tim medis di Posko Kesehatan Darurat PMI dan rumah sakit rujukan bergantung pada pasokan ini untuk stabilisasi pasien.
- Jadwal Emergency Call: Ketika terjadi bencana besar, PMI biasanya mengaktifkan Emergency Donor Call segera. Sebagai contoh, pasca gempa besar di salah satu pulau pada bulan Februari 2024, UDD PMI mengeluarkan panggilan darurat pada pukul 10.00 WIB pagi dan berhasil mengumpulkan 800 kantong darah dalam 24 jam pertama dari donor sukarela.
2. Tantangan Logistik dan Distribusi
Memelihara kualitas darah adalah bagian integral dari Logistik Kemanusiaan PMI.
- Sistem Penyimpanan Dingin: Darah harus disimpan pada suhu yang sangat spesifik (antara $2^\circ C$ hingga $6^\circ C$) selama transportasi dan penyimpanan. PMI menggunakan cold chain system yang dilengkapi dengan monitor suhu yang terkalibrasi. Jika terjadi pemadaman listrik total, UDD PMI memiliki generator cadangan yang diaktifkan secara otomatis.
- Distribusi Terkendali: Darah didistribusikan dari UDD PMI ke rumah sakit berdasarkan permintaan yang terverifikasi, menggunakan sistem prioritas. Distribusi seringkali melibatkan koordinasi dengan tim Radio Komunikasi PMI untuk memastikan blood bag mencapai fasilitas medis dengan cepat dan aman, bahkan menggunakan Ambulans Rawa dan Gunung di medan yang sulit.
3. Pentingnya Donor Darah Rutin
Sumbangan darah tidak bisa dilakukan hanya saat bencana terjadi, karena proses pemeriksaan dan pemrosesan darah memerlukan waktu.
- Pemeriksaan Keamanan: Setiap kantong darah harus melalui serangkaian pemeriksaan ketat untuk penyakit menular seperti HIV, Hepatitis B dan C, dan Sifilis. Proses ini bisa memakan waktu, sehingga stok darah yang fresh dan siap pakai harus selalu tersedia sebelum krisis.
- Gerakan Donor Sukarela: PMI sangat mendorong masyarakat untuk menjadi donor darah sukarela yang rutin (setiap 3 bulan), bukan hanya donor pengganti saat ada kebutuhan mendesak. Donor rutin adalah pahlawan senyap yang menjaga buffer stock kritis PMI tetap aman.
