Ketika pandemi melanda, tugas Palang Merah Indonesia (PMI) bertransformasi secara cepat, beralih dari fokus respons bencana alam ke krisis kesehatan publik yang meluas. Di tengah ketakutan dan penyebaran informasi yang cepat, PMI mengambil peran vital sebagai garda terdepan non-medis, khususnya dalam upaya pencegahan dan mitigasi penyebaran virus. Peran ini ditekankan melalui dua pilar utama: Disinfeksi dan Edukasi Kesehatan. Operasi Disinfeksi dan Edukasi Kesehatan oleh relawan PMI di tingkat komunitas menjadi jembatan informasi yang kredibel dan tindakan pencegahan yang efektif, membantu pemerintah dan masyarakat menekan laju penularan di berbagai fasilitas publik dan area rentan.
Salah satu tugas yang paling terlihat dan masif dari PMI selama pandemi adalah operasi disinfeksi. Tim relawan khusus dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) lengkap dan cairan disinfektan berstandar untuk menyemprotkan area publik yang berisiko tinggi. Area yang menjadi target utama adalah fasilitas kesehatan, rumah ibadah, terminal, stasiun, pasar tradisional, dan kantor-kantor pelayanan publik. Berdasarkan data dari Posko Siaga COVID-19 PMI pada April 2021, PMI mencatat telah melakukan lebih dari $150.000$ kali penyemprotan disinfektan di ribuan lokasi di seluruh Indonesia. Tindakan Disinfeksi dan Edukasi Kesehatan ini dilakukan secara rutin, bukan hanya sebagai respons, tetapi sebagai upaya preventif berkelanjutan.
Di sisi lain, edukasi kesehatan menjadi upaya yang tak kalah penting untuk memerangi infodemic (penyebaran informasi palsu) dan mengubah perilaku masyarakat. Relawan PMI berperan sebagai duta kesehatan, menyebarkan informasi yang akurat mengenai protokol kesehatan, termasuk cara mencuci tangan yang benar, etika batuk, dan pentingnya penggunaan masker. Edukasi ini sering kali disampaikan secara langsung dari pintu ke pintu di tingkat RT/RW atau melalui leaflet dan poster yang mudah dipahami. Misalnya, PMI Cabang Kota Besar mencetak dan mendistribusikan $10.000$ leaflet mengenai cara isolasi mandiri yang aman pada Mei 2022, menargetkan keluarga pasien positif di area padat penduduk.
Selain kedua pilar tersebut, PMI juga terlibat aktif dalam pendirian dapur umum bagi keluarga yang menjalani isolasi mandiri dan layanan ambulans khusus untuk penjemputan dan pengantaran pasien COVID-19. Para relawan yang mengemban tugas berat ini menjalani pelatihan protokol kesehatan yang ketat. Pelatihan yang diselenggarakan oleh PMI Provinsi pada 12 Januari 2022, mengharuskan setiap relawan yang terlibat dalam operasi disinfeksi harus lulus uji protokol penggunaan dan pelepasan APD level 3 untuk memastikan keselamatan diri sendiri dan menghindari cross-contamination.
Komitmen PMI terhadap Disinfeksi dan Edukasi Kesehatan membuktikan bahwa peran organisasi kemanusiaan meluas hingga menjaga integritas kesehatan publik dalam menghadapi krisis global.
