Meskipun Palang Merah Indonesia (PMI) paling dikenal melalui aksi tanggap darurat saat bencana, mayoritas aktivitas organisasi ini justru terjadi di masa damai, fokus pada pencegahan dan pemberdayaan masyarakat. Tugas PMI di masa damai memiliki tiga pilar utama: edukasi masyarakat, promosi kesehatan, dan Pengurangan Risiko Bencana (PRB). Tugas PMI di sektor ini bersifat berkelanjutan dan strategis, bertujuan membangun ketahanan masyarakat agar lebih siap menghadapi segala potensi krisis di masa depan. Melalui Tugas PMI di bidang preventif, dampak bencana diharapkan dapat diminimalisir secara signifikan.
Pilar Pertama: Pengurangan Risiko Bencana (PRB)
Dalam konteks negara rawan bencana seperti Indonesia, PRB adalah investasi jangka panjang PMI. Kegiatan PRB melibatkan analisis risiko dan pembuatan rencana kontingensi di tingkat komunitas. PMI bekerja sama dengan aparat desa, seperti di Desa Sembalun, Lombok Timur, yang rawan gempa, untuk membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana). Program Destana yang diresmikan pada tahun 2025 ini meliputi pelatihan pemetaan bahaya, pembentukan tim siaga bencana desa, dan penentuan jalur serta titik evakuasi yang jelas. Dengan melatih masyarakat menjadi penolong pertama, PMI secara efektif memindahkan fokus dari sekadar merespons menjadi mencegah.
Pilar Kedua: Edukasi dan Pelatihan Kemanusiaan
PMI aktif dalam mencetak agen kemanusiaan di berbagai jenjang. Di sekolah, Palang Merah Remaja (PMR) menjadi wadah untuk menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dan keterampilan Pertolongan Pertama (P3K) sejak dini. Sementara untuk masyarakat umum, PMI secara rutin mengadakan kursus dan sertifikasi P3K yang pesertanya mencapai ribuan orang setiap tahunnya. Selain P3K, PMI juga memberikan pelatihan bagi relawan KSR (Korps Sukarela) dalam spesialisasi seperti Water, Sanitation, and Hygiene (WASH) dan Shelter (tempat tinggal sementara).
Pilar Ketiga: Promosi Kesehatan dan Pelayanan Sosial
Di masa damai, PMI menjalankan klinik dan posko kesehatan keliling, menjangkau wilayah yang sulit diakses oleh layanan kesehatan pemerintah. Mereka juga memimpin kampanye promosi gaya hidup sehat, terutama melalui program Home Care (perawatan di rumah) bagi pasien kronis. Selain itu, Tugas PMI di bidang pelayanan sosial meliputi penyaluran bantuan kepada kelompok rentan, seperti lansia dan anak yatim, melalui program bulanan yang terstruktur. Semua kegiatan ini didukung oleh Database Relawan Nasional PMI yang mencatat lebih dari 1,5 juta anggota aktif, siap diaktifkan kapan saja, baik di masa damai maupun darurat.
